Diferensiasi Sosial : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri dan Bentuknya

Selembar.com – Diferensiasi sosial adalah suatu proses perolehan hak dan kewajiban seseorang dalam masyarakat yang berbeda satu sama lain atas dasar dasar tertentu, misalnya usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Pengertian diferensiasi sosial berbeda dengan pelapisan sosial. Diferensiasi sosial perwujudan pembagian sosial secara horizontal atau tidak memandang adanya pelapisan, sedangkan pelapisan sosial menciptakan pembagian sosial secara vertikal atau berlapis-lapis dari lapisan atas sampai lapisan bawah.

diferensiasi sosial

Jenis-Jenis Diferensiasi Sosial

Jika dilihat dari jenisnya diferensiasi sosial terdiri atas beberapa hal berikut ini:

1. Diferensiasi tingkatan (rank differentiation) yang muncul karena ketimpangan distribusi barang yang dibutuhkan karena persediaan nya terbatas.

2. Diferensiasi fungsional (functional differentiation) yang muncul Karena orang melaksanakan pekerjaan yang berlainan.

3. Diferensiasi Adat (custom differentiation) yang muncul karena aturan berperilaku yang tepat berbeda menurut situasi tertentu.

Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Dalam diferensiasi sosial, masyarakat mendasarkan penentuan status pada beberapa ciri tertentu seperti sebagai berikut:

  1. Ciri fisik, misalnya warna kulit atau bentuk rambut.
  2. Ciri sosial, misalnya organisasi-organisasi tertentu yang membatasi keanggotaan hanya pada tingkatan tertentu pula dalam masyarakat.
  3. Budaya. misalnya adanya anggapan bahwa budaya barat lebih hebat dari budaya dalam negeri.

Bentuk-Bentuk Diferensiasi Sosial

Bentuk-bentuk perbedaan sosial secara horizontal adalah sebagai berikut:

1. Perbedaan jenis Kelamin

Di dunia ini terdapat dua jenis kelamin yang merupakan kenyataan yang sudah pasti. Secara fisik terdapat perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Dan perbedaan-perbedaan tersebut tidak membuat laki-laki lebih tinggi dari perempuan. Akan tetapi dalam kehidupan masyarakat dikenal terminologi gender, yaitu perbedaan antara laki-laki dan perempuan secara konstruksi sosial atau dibuat oleh masyarakat yang bersangkutan dan biasanya menunjukan bahwa laki-laki lebih kuat dari pada perempuan. Oleh karena itu laki-laki sering dianggap lebih tinggi kedudukannya dibanding perempuan.

Alasan mengapa orang cenderung ingin mempunyai anak laki-laki dari pada perempuan, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Alasan tenaga kerja, karena fisik laki-laki lebih kuat dari perempuan.
  • Memelihara anak perempuan lebih sulit daripada anak laki-laki.
  • Alasan sistem keturunan yang sebagian besar memakai sistem patrilineal sehingga dengan memiliki anak laki-laki akan dapat meneruskan garis keturunan.

2. Perbedaan Ras

Menurut Dunn dan Dobshansky Ras adalah populasi yang dapat dibedakan berdasarkan persamaan gen atau kategori individu yang secara turun-temurun memiliki ciri fisik atau biologis tertentu.

Tanda-tanda fisik sebagai dasar pembagian ras adalah sebagai berikut:

  • Ciri-ciri Kualitas, yaitu kulit, rambut, lipatan mata dan bentuk bibir.
  • Ciri-ciri Kuantitatif, yaitu bentuk badan, berat badan dan indeks kepala.

3. Keanekaragaman Agama

Masyarakat indonesia merupakan masyarakat majemuk salah satunya dengan perbedaan dari segi agama yang dianut. Sebagian besar penduduk indonesia menganut agama Islam, sedangkan yang lainnya menganut agama katolik, protestan, hindu, buddha dan konghucu serta penganut aliran kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Baca juga: Pengertian Modernisasi dan Ciri-Cirinya Secara Umum

4. Keanekaragaman Bentuk Fisik

Keanekaragaman bentuk fisik dapat dilihat dari ciri-ciri fisik, diantaranya yaitu:

a. Bentuk kepala

Menurt andre ketzus berdasarkan rumus bentuk kepala manusia terbagi atas:

  • Dolichochepalis (kepala bertengkorak panjang)
  • Mesochepalis (kepala bertengkorak panjang)
  • Branchychepalis (kepala bertengkorak pendek)

b. Bentuk Badan

Banyak hal yang mempengaruhi tinggi badan seseorang misalnya keturunan, gizi, rekayasa dengan teknologi.

c. Bentuk Hidung

Dengan rumus bentuk hidung (Panjang hidung dibagi lebar hidung di kali 100), bentuk hidung dapat dibagi tiga diantaranya yaitu:

  • Leptorrhine (hidung sempit atau kecil) dengan ukuran 70.
  • Mezorrhine (hidung sedang) dengan ukuran antara 70 sampai 84.
  • Plathyrrhine (hidung besar) dengan ukuran 84 keatas.

d. Bentuk Rambut

Bentuk rambut manusia terdiri atas beberapa macam diantaranya yaitu:

  • Leotris (rambut lurus) yang merupakan ciri khas ras mongoloid dan kaukasoid seperti orang Cina dan Eskimo.
  • Cymoris (rambut halus dan pirang, berombak atau keriting) dimiliki orang India, Asia Barat, Afrika Utara, dan Eropa.
  • Ulotris (rambut gimbal, atau keriting kecil dan tidak bisa Panjang) biasanya dimiliki oleh orang negro.

e. Warna Kulit

Warna kulit manusia, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Kulit warna putih, kulit orang Eropa.
  • Warna coklat hitam, kulit orang Negro.
  • Kulit warna kuning, kulit orang Cina dan Jepang.
  • Kulit warna sawo matang, kulit orang Dravida dan Melayu.
  • Warna kuning coklat, kulit orang Polinesia.

f. Golongan Darah

Terdapat empat jenis golongan darah manusia, yaitu O, A, B dan AB.

5. Keanekaragaman Profesi dan Sistem Mata Pencaharian

Profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan keahlian, Profesi di indonesia diantaranya.

  • Pegawai negeri sipil. meliputi pegawai Negeri Sipil dari berbagai departemen dan pegawai BUMN.
  • TNI meliputi AD, AL, dan AU
  • Kepolisian.
  • Pengusaha, meliputi pengusaha besar dan pengusaha kecil.
  • Pedagang, meliputi pedagang besar (grosir), pedagang menengah dan pengecer.
  • Petani, meliputi pemilik tanah dan petani penggarap.
  • Buruh, meliputi buruh tani, baruh pabrik, dan pembantu rumah tangga.

Adapun penggolongan berdasarkan mata pencaharian diantaranya yaitu:

  • Berburu dan meramu, misalnya di daerah rawa-rawa di Irian Jaya.
  • Beternak.
  • Bercocok tanam.
  • Perdagangan dan industri.

Baca juga: Perbedaan Ideologi Terbuka dan Ideologi Tertutup

6. Keanekaragaman Suku Bangsa

Suku bangsa adalah golongan sosial yang dibedakan dari golongan sosial yang lain karena mempunyai ciri-ciri yang paling mendasar seperti bahasa daerah, adat istiadat, kesenian dan ciri-ciri fisik serta ciri-ciri umum yang berhubungan dengan asal-usul dan tempat asal dan kebudayaan. Kriteria yang menentukan batas-batas dari masyarakat sebagai suku bangsa adalah sebagai berikut:

  • Kesatuan masyarakat yang dibatasi oleh sebuah desa atau lebih.
  • Masyarakat yang terdiri atas penduduk yang mempunyai satu bahasa atau suatu logat.
  • Masyarakat yang batasnya ditentukan oleh garis batas secara pola administrasi.
  • Kesatuan masyarakat yang batasnya ditentukan oleh identitas penduduknya sendiri.
  • Kesatuan masyarakat yang ditentukan oleh satu wilayah geografis (kesatuan secara fisik).
  • Masyarakat dengan penduduk yang mempunyai sejarah sama.
  • Penduduk yang interaksinya sangat dalam diantara mereka.
  • Kesatuan masyarakat dengan sistem sosial yang seragam.

Persamaan-persamaan diantara suku-suku bangsa di Indonesia diantaranya sebagai berikut:

  • Kehidupan sosialnya berdasarkan atas asas kekeluargaan.
  • Sistem hak milik tanah.
  • Hukum adat.
  • Kekerabatan, adat pernikahan serta persekutuan masyarakat.

Menurut Koentjaraningrat yang dimaksud suku bangsa atau ethnic group adalah suatu golongan manusia yang terikat oleh kesadaran dan juan akan kesatuan kebudayaan. Sedangkan kesadaran dan identitas seringkali di kuatkan oleh kesatuan bahasa. Perbedaan dalam suku bangsa ialah berbedaan dari segi bahasa yang digunakan sehari-hari dan perbedaan dari segi kebudayaannya.

7. Keanekaragaman Klan

Klan adalah bagian dari sebuah suku bangsa, yang merupakan kesatuan kecil dan kerabat unlateral. Menurut Koentjaraningrat, klan dapat dibedakan menjadi dua yaitu klan kecil dan klan besar. Klan kecil suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas satu nenek moyang melalui garis keturunan ayah dan ibu. Klan besar adalah suatu kelompok kekerabatan yang terdiri atas satu nenek moyang.

Misalnya dalam masyarakat Batak disebut marga, masyarakat Lampung disebut buay, dan dalam masyarakat Minangkabau sebutkan suku. Diantara anggota-anggota klan terdapat ikatan-ikatan erat yang tidak hanya terjadi karena pertalian darah, tetapi mereka seolah-olah terikat oleh kekuatan gaib yang berada di luar dirinya. Mereka melaksanakan kewajiban dan hak yang tertata dalam kehidupan kelompok tersebut.

Nah, itulah mengenai pengertian diferensiasi sosial beserta jenis, ciri-ciri dan bentuknya. Semoga apa yang sudah di jelaskan tentang diferensiasi sosial diatas bisa bermanfaat.

Tags:

Leave a Reply