Pengertian Urbanisasi, Jenis-jenis dan Faktor-faktor Terjadinya Urbanisasi

Selembar.com – Tentunya kita pernah mendengar kata urbanisasi, tapi apa pengertian dari urbanisasi itu?. Arti dari urbanisasi secara umum adalah perpindahan penduduk yang asalnya dari pedesaan ke wilayah perkotaan dengan tujuan untuk mencari pekerjaan atau menetap dengan kurun waktu yang tertentu.

Atau bisa juga diartikan urbanisasi adalah proses perpindahan penduduk dari desa ke kota atau yang tadinya pekerjaannya di pertanian (agraris) ke pekerjaan industri di kota. Yang biasa sering terjadi karena faktor kemiskinan atau tidak adanya lapangan pekerjaan di desa lalu mencari pekerjaan ke kota. Nah agar lebih memahami pengertian urbanisasi berikut ini adalah pengertian urbanisasi menurut para ahli dan sedikit uraian tentang urbanisasi.

Pengertian Urbanisasi, Jenis-jenis dan faktor-faktor terjadinya urbanisasi

Pengertian Urbanisasi Menurut Para Ahli

Berikut ini merupakan pengertian urbanisasi menurut para ahli, diantaranya yaitu:

1. Kingsley Davis, Pengertian urbanisasi ialah meningkatnya proporsi jumlah penduduk yang memusat di perkotaan.

2. R. Bintarto, Pengertian urbanisasi ialah suatu proses meningkatnya jumlah penduduk di kota. Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan produktifitas penduduk kota maupun adanya pertambahan penduduk dari pedesaan.

3. Ir. Triatno Yudo Harjoko, Pengertian urbanisasi ialah proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah yang pedesaan menjadi perkotaan.

4. J.H. De Goede, Pengertian urbanisasi adalah proses pertambahan penduduk pada suatu wilayah perkotaan atau pun proses transformasi suatu wilayah berkarakter pedesaan menjadi perkotaan. Menurut J.H. De Goede, pada dasarnya urbanisasi meliputi gejala-gejala sebagai berikut:

  • Adanya arus perpindahan penduduk ke kota.
  • Bertambah banyaknya tenaga kerja di sektor industri dan jasa.
  • Tumbuhnya pemukiman menjadi kota.
  • Munculnya daerah pemukiman kumuh (slum).
  • Meluasnya pengaruh kota di daerah pedesaan meliputi segi ekonomi, sosial, psikologi, dan kebudayaan dalam arti luas.

Baca juga: Diferensiasi Sosial : Pengertian, Jenis, Ciri-Ciri dan Bentuknya

Jenis-Jenis Urbanisasi

Apabila kita ingin melihat dan membedakan urbanisasi dari kaca mata jenis dan macamnya, maka urbanisasi terbagi menjadi dua yaitu:

1. Urbanisasi Fisik

Yaitu gerak perpindahan orang secara fisik dari lingkungan pedesaan ke lingkungan perkotaan. Gerak perubahan ini tidak disertai perubahan aspek-aspek sosio-psikologis dari pala yang satu ke pola yang lain yang sesuai kondisi lingkungan perkotaan.

2. Urbanisasi Mental

Yaitu gerak perlahan atau transformasi dan perubahan aspek sosial-psikologis dari pola pikir dan bertindak tradisional pedesaan ke pola berpikir dan bertindak modern perkotaan.

Usaha-Usaha Untuk Menanggulangi Urbanisasi Fisik:

  • Mendirikan industri di luar kota dengan tujuan dapat menyerap tenaga kerja yang ada di desa
  • Mendirikan sekolah-sekolah di pelosok pedesaan
  • Membangun dan memperbaiki sarana dan prasarana perhubungan dari desa ke kota
  • Membangun perumahan di luar kota
  • Mendirikan puskesmas dan menggalangkan program KB di desa-desa
  • Listrik masuk desa
  • Menggiatkan program organisasi desa seperti PKK dan Karang Taruna.
  • Pemerintah menyediakan modal usaha KIK (Kredit Investasi kecil untuk warga yang ingin berusaha)
  • Mendirikan KUD baik koperasi produksi maupun koperasi konsumsi.
  • Memberikan bimbingan dan penyuluhan dalam pertanian.
  • Menyelenggarakan transmigrasi.

Proses urbanisasi merupakan bagian penting dari pertumbuhan kota-kota besar di indonesia selama ini. Dilihat dari segi pertambahan penduduknya, kota-kota besar di Indonesia mengalami urbanisasi yang luar biasa. Banyak faktor yang menyebabkan penduduk desa melakukan migrasi atau berurbanisasi ke daerah perkotaan. Diantara berbagai macam faktor dapat di rangkum menjadi dua faktor utama, yaitu faktor penarik yang ada di kota dan faktor pendorong yang ada di desa.

Faktor Penarik Terjadinya Urbanisasi

Faktor penarik adalah berbagai macam daya tarik yang dimiliki kota yang membuat orang-orang desa tertarik untuk pergi ke kota. Daya tarik yang dimiliki kota di antaranya adalah:

  • Daya tarik ekonomi
  • Daya tarik sosial
  • Daya tarik pendidikan
  • Daya tarik budaya

1. Daya Tarik Ekonomi

Orang berharap akan mendapat pekerjaan di kota sehingga akan mendapat uang. Bagi banyak orang, ini adalah suatu keharusan, karena di desanya tidak ada lagi mata pencaharian atau tidak ada kesempatan untuk mencari uang.

2. Daya Tarik Sosial

Suatu hal berhubungan dengan usaha mencari pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan adalah keinginan untuk meningkatkan status sosial. Pergi mencari kerja ke kota akan memperoleh pekerjaan yang dapat mengangkat posisi sosial seseorang seperti semula petani kemudian bekerja sebagai pegawai negeri.

3. Daya Tarik Pendidikan

Di daerah perkotaan tersedia berbagai fasilitas pendidikan yang lebih baik daripada di pedesaan. Orang tua yang mengharapkan anaknya untuk naik status sosialnya ke yang lebih tinggi akan cenderung mengirimkan anaknya untuk sekolah di kota dan memperoleh pekerjaan di kota pula.

4. Daya Tarik Budaya dan Hiburan

Selama ini, kota memang merupakan daya tarik sebagai pusat kesenangan dan hiburan serta sebagai tempat untuk mencari pengalaman baru dan mengikuti pola hidup modern. Kehidupan kota seringkali dilihat sebagai kehidupan modern sementara kehidupan desa dilihat sebagai kehidupan yang terbelakang atau tradisional.

Faktor Pendorong Terjadinya Urbanisasi

Faktor pendorong merupakan keadaan-keadaan tertentu di desa yang mendorong penduduk desa harus meninggalkan desa menuju ke kota.

1. Kemiskinan

Di antara faktor pendorong terjadinya urbanisasi, faktor kemiskinan di desa-desa sering menjadi pendorong utamanya. Penyebab kemiskinan itu bisa bermacam-macam, misalnya cepatnya pertambahan penduduk yang tak seimbang dengan percepatan pertambahan persediaan tanah pertanian baru, adanya mekanisasi pertanian, dan terdesaknya pengrajin rumahan yang di desa oleh produk industri modern.

2. Kurangnya Fasilitas

Selain itu juga akibat kurangnya fasilitas untuk hidup, minimnya pendidikan yang tersedia di desa, dan makin menyempitnya peluang berusaha di desa. Hal itu mendorong orang untuk meninggalkan desanya dan mencari kesempatan serta kenikmatan hidup yang lebih baik di kota-kota besar.

Proses urbanisasi tidak selamanya memiliki pengaruh positif terhadap kehidupan daerah perkotaan. Seringkali urbanisasi mengakibatkan muncul permasalahan permasalahan sosial yang baru di perkotaan. Di antara permasalahan itu yang cukup besar dan sulit dipecahkan adalah masalah pertumbuhan sektor informal dan pertumbuhan daerah pemukiman kumuh (slum). Pertumbuhan sektor informal merupakan gejala yang tidak diharapkan sebelumnya.

Hal itu merupakan efek sampingan dari proses urbanisasi. Pada umumnya pertumbuhan sektor informal terjadi karena sektor industri dan jasa tidak mampu menampung membanjirnya arus urbanisasi dari desa. Selain itu, pertumbuhan sektor informal juga disebabkan rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan teknik tenaga kerja dari desa. Rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan mendorong mereka untuk membuka usaha baru di sektor informal atau sektor pedagang kaki lima.

Baca juga: Pengertian Modernisasi dan Ciri-Cirinya Secara Umum

Pertumbuhan daerah perkampungan kumuh merupakan gejala umum yang dapat ditemui di setiap kota besar. Urbanisasi secara ideal adalah apabila meningkatnya jumlah penduduk yang pindah ke kota disertai dengan meningkatnya berbagai sarana dan fasilitas hidup di kota. Demikian pula urbanisasi dikatakan ideal apabila para pendatang memiliki kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan cara hidup kota sehingga tidak menimbulkan problem kesenjangan budaya antara desa dan kota. Akan tetapi, dalam kenyataannya urbanisasi berjalan begitu cepat sehingga ada kekurangan fasilitas di perkotaan.

Pembangunan perumahan tidak dapat menampung kaum pendatang. Hal itu juga terjadi dalam pembangunan fasilitas-fasilitas umum, misalnya pemeliharaan kesehatan, pengajaran, dan pengaturan sumber air minum. Akibat ketidakmampuan kota tersebut maka lahirlah perkampungan kumuh di banyak tempat di daerah perkotaan.

Nah itulah mengenai pengertian urbanisasi secara umum dan menurut para ahli serta Jenis-jenis urbanisasi dan faktor-faktor terjadinya urbanisasi. Semoga apa yang sudah di uraikan mengenai urbanisasi diatas bisa bermanfaat.

Leave a Reply