Macam-Macam Pasar Input Lengkap dengan Teorinya

Macam-Macam Pasar Input – Jika berbicara mengenai pasar input, kita akan melihat dua pelaku ekonomi dalam pasar. Yaitu rumah tangga dan perusahaan, keduanya saling berinteraksi dan membutuhkan. Rumah tangga memerlukan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu perusahaan membutuhkan barang dan jasa dari rumah tangga untuk proses produksi. Barang dan jasa tersebutlah dinamakan faktor produksi atau input. Jenis input yang dibutuhkan perusahaan akan bergantung dari output yang dihasilkan. Jadi permintaan input akan muncul karena adanya permintaan barang dan jasa. Dalam ekonomi, pertemuan permintaan dan penawaran input (faktor produksi) disebut pasar input atau faktor produksi.

Macam-Macam Pasar Input

Nah berikut adalah macam-macam pasar input lengkap dengan teorinya.

1. Pasar Input Tanah

Pasar input tanah atau juga disebut pasar sumber daya alam. Tanah merupakan faktor produksi yang penting dalam proses produksi, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Untuk memperoleh tanah perusahaan harus mengeluarkan biaya atau imbalan kepada rumah tangga selaku pemilik tanah. Biaya atau imbalan yang dikeluarkan perusahaan ini merupakan sewa tanah.

Di sisi lain, jumlah tanah yang tersedia tidak dapat ditambah. Namun yang harus diingat bahwa jumlah penduduk akan terus bertambah hingga kebutuhan terhadap faktor produksi tanah juga akan bertambah. Ini berarti bahwa penawaran tanah tidak akan berubah meskipun harganya terus naik karena jumlah tanah sifatnya tetap. Kondisi iri menyebabkan penawaran tanah sifatnya inelastis sempurna. Baca juga: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Barang

Pasar input tanah

Alasan yang mendasari munculnya harga sewa tanah? dibawah ini adalah penjelasan mengenai teori harga sewa tanah berikut ini:

a. Teori Kesuburan Asli Tanah

Menurut teori ini, harga sewa tanah tergantung dan tingkat kesuburan tanah. Jika tanah yang disewa memiliki kesuburan asli, output yang dihasilkan akan lebih besar.

b. Teori Perbedaan Kesuburan Tanah

Menurut David Ricardo, bahwa tingkat kesuburan tanah berbeda-beda. Perbedaan ini akan berpengaruh terhadap harga sewa tanah. Jika tanah memiliki kesuburan yang rendah, harga sewanya akan rendah. Sebaliknya tanah yang memiliki kesuburan yang tinggi harga sewanya akan tinggi.

c. Teori Letak Tanah

Menurut Von Thunen, seorang sarjana ekonomi Austria mengatakan bahwa perbedaan harga sewa juga dipengaruhi oleh letak tanah. Misalnya letak tanah dekat dengan fasilitas umum dan pusat kegiatan ekonomi harga sewanya tinggi.

d. Teori Harga Derivasi Tanah

Menurut teori ini, harga sewa tanah ditentukan oleh permintaan atas barang yang dihasilkan oleh tanah tersebut sebagai faktor produksi. Contohnya ketika harga cabai naik, petani akan meningkatkan hasil produksi dengan menambah lahan pertaniannya.

2. Pasar Input Tenaga Kerja

Pasar input sumber daya manusia (tenaga kerja) merupakan jumlah permintaan dan penawaran yang diperlukan untuk proses produksi.  Namun, pemanfaatan tenaga kerja akan tergantung dari luas tidaknya proses produksi. Untuk menghasilkan barang dan jasa yang berkualitas perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang berkualitas juga.

pasar input tenaga kerja

a. Upah Tenaga Kerja

Upah merupakan balas yang diterima rumah tangga penyerahan dan pemanfaatan faktor produksi untuk proses produksi. Pembayaran yang diberikan dapat berbentuk uang, barang atau fasilitas umum . Pemberian upah ini mempunyai maksud agar tenaga kerja tersebut memperoleh hidup yang layak.

b. Teori Upah Tenaga Kerja

Berikut penjelasan mengenai terbentuknya harga upah tenaga kerja:

1. Teori Upah Normal

Menurut David Ricardo, teori upah normal juga disebut teori upah alami (natural wage) menyatakan bahwa upah diberikan sesuai dengan kemampuan perusahaan dan berdasarkan biaya hidup pekerja. Adanya persaingan tenaga kerja menyebabkan apa yang diberikan akan menurun.

2.  Teori Upah Besi

Menurut Ferdinand Lasale dari mazhab sosialisis bahwa untuk memperoleh keuntungan semaksimal mungkin perusahaan akan menekan upah serendah-rendahnya. Hal ini dapat berakibat, upah pekerja hanya bisa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Untuk mengatasi hal tersebut, pekerja dianjurkan untuk membentuk serikat pekerja.

3. Teori Dana Upah

Menurut john Stuart Mill tinggi rendahnya upah tergantung dari ketersediaan jumlah modal yang digunakan untuk pembayaran upah. Banyaknya penawaran tenaga kerja akan menyebabkan tingkat upah menjadi rendah, begitu juga ketika keuntungan perusahaan menurun maka tingkat upah juga akan menurun.

4. Teori Upah Etika

Menurut kaum Utopis, upah yang diterima harus bisa mendorong pekerja untuk hidup dengan layak. Selain itu, teori ini juga menganjurkan perusahaan untuk memberikan sebuah tunjangan kepada pekerjanya.

3. Pasar Input Modal

Modal merupakan segala sesuatu yang digunakan dalam proses produksi. Modal tidak hanya berupa uang, tetapi juga berupa barang yang dapat digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa.

a. Bunga Modal

Barang modal merupakan segala sumber daya yang diperlukan dalam kegiatan produksi atau barang hasil produksi yang dipakai sebagai sarana atau alat untuk menghasilkan barang lain. Untuk mendapatkan barang ini perusahaan membutuhkan dana sebagai Investasi. Hasil dari Investasi ini berupa bunga model atau tingkat pengembalian modal (rate of return of capital). Besarnya bunga dinyatakan dalam persentase per tahun atau tingkat suku bunga. Jadi, bunga modal merupakan balas jasa yang diterima pemilik modal atas investasi modalnya dalam kegiatan produksi.

Baca juga: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penawaran Barang

b. Teori Bunga Modal

Berikut adalah penjelasan mengenai teori bunga modal:

1. Teori Produktivitas

Menurut Jean Baptiste Say, modal pinjaman dapat digunakan untuk usaha yang produktif. Dengan adanya tambahan modal, perusahaan dapat meningkatkan kapasitas produksinya. Kelebihan atas investasi modal tersebut diberikan kepada pemilik modal dalam bentuk bunga modal.

2. Teori Abstinence/Teori Pengorbanan

Menurut Nassau William Senior dan Marshall, bunga modal diberikan sebagai balas jasa pemilik modal atas investasi modalnya yang tidak digunakan oleh seseorang atau perusahaan lain.

3. Teori Agio

Menurut von Bohm Bawerk, balas jasa harus diberikan kepada pemilik modal atas kerugian yang disebabkan perbedaan nilai. Alasan kerugian tersebut disebabkan hal-hal berikut:

  • Alasan Ekonomi, yaitu nilai uang sekarang lebih tinggi dibandingkan satu tahun yang akan datang.
  • Psikologi, yaitu manusia beranggapan bahwa nilai kebutuhan dan alat pemuas untuk waktu yang akan datang lebih rendah.
  • Alasan Teknik, yaitu barang modal yang ada dapat digunakan untuk proses produksi selanjutnya.

4. Teori Liquidity Preference

Menurut John Maynard Keynes, bunga modal diberikan sebagai ganti rugi atas pengorbanan untuk tidak menggunakan uang liquid karena dipinjam orang lain. Hal ini dikarenakan orang lebih menggunakan uang tunai. Alasan orang menyukai uang tunai sebagai berikut:

  • Adanya motif transaksi (motive transaction) atas kebutuhan sehari-hari.
  • Motif berjaga-jaga (precautionary motive) atas kebutuhan yang tidak terduga.
  • Adanya motif spekulasi (speculation motive).

5. Teori Bunga Dinamis

Menurut Schumpeter, barang modal yang digunakan dalam proses produksi akan menghasilkan keuntungan atau laba. Sebagian dari laba tersebut diberikan sebagai bunga modal kepada pemilik modal.

4. Pasar Input Kewirausahaan

Faktor produksi kewirausahaan diperlukan dalam proses produksi. Faktor ini membutuhkan keahlian Rhesus serta memegang peranan yang penting dalam produksi sehingga faktor input seperti tanah, tenaga kerja, dan modal dapat dikelola secara efisien serta menekan kerugian seminimal mungkin.

a. Laba Wirausaha

Berhasil tidaknya perusahaan tergantung dari kemampuan wirausaha dalam mengelola perusahaan. Jika wirausaha berhasil memajukan perusahaan, maka keuntungan perusahaan meningkat. Sehingga wirausaha akan memperoleh laba sebagai imbalan jasa atas pengelolaan perusahaan. Namun, tidak selamanya perusahaan memperoleh keuntungan. Kadang perusahaan juga menderita kerugian atau bahkan mencapai titik impas.

b. Teori Laba Wirausaha

Berikut alasan yang mendasari wirausaha menerima laba antara lain:

1. Teori Inovasi

Menurut J.B.Schumpeter, untuk meningkatkan keuntungan perusahaan, wirausaha harus mampu mengembangkan produk-produk baru atau melakukan inovasi atas produk yang dihasilkan.

2. Teori Nilai Lebih

Menurut Karl Marx, laba yang diperoleh wirausaha disebabkan pekerja dibayar dengan upah yang rendah dibandingkan dengan jasa yang diberikan pekerja ke perusahaan. Wirausaha akan menerima laba dari selisih upah yang seharusnya dibayarkan dengan upah yang diterima pekerja.

3. Teori Keuntungan

Menurut Jean Baptiste Say, wirausaha bertugas mengelola perusahaan sehingga memperoleh upah. Jika wirausaha berinvestasi modal di perusahaan, ia akan memperoleh bunga modal.

4. Teori Risiko Usaha

Menurut Hawley, wirausaha juga menanggung risiko atas pengelolaan usahanya terutama risiko menderita kerugian jika usahanya gagal. Oleh karena itu, wirausaha juga berhak mendapatkan laba

5. Teori Residu

Menurut David Ricardo, wirausaha akan memperoleh laba atau keuntungan atas selisih dan pendapatan total dikurangi biaya total. Selisih inilah yang merupakan kelebihan pendapatan dan akan diterima wirausaha.

c. Unsur-Unsur Laba Wirausaha

Unsur-unsur yang terdapat didalam laba wirausaha dijelaskan sebagai berikut:

  1. Upah wirausaha diterima wirausaha atas kemampuannya mengelola perusahaan.
  2. Bunga modal diterima wirausaha jika ia menginvestasikan modal di perusahaan.
  3. Sewa tanah diterima wirausaha jika ia juga merupakan pemilik tempat usaha.
  4. Premi risiko diterima wirausaha karena kemungkinan risiko usaha yang akan dihadapi jika perusahaan menderita kerugian.

Baca juga: Pasar Persaingan Sempurna dan Tidak Sempurna

Itulah mengenai macam-macam pasar input lengkap dengan penjelasan dan teorinya. Semoga apa yang sudah di sampaikan diatas bisa bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan terutama mengenai pasar input.

Tags:

Leave a Reply